#6 ARTI ASMAUL HUSNA AL MU'MIN

Al Mukmin (Al Mu'min) artinya Yang Maha Memberi Rasa Aman, yang melindungi dan menjaga makhluk-Nya. Dengan sifat Al Mu'min Allah B memberikan ketenangan di dalam hati manusia.

Jika bukan karena Allah B yang memberikan rasa aman, niscaya manusia akan selalu merasa gelisah, takut, dan cemas.

AL-MU'MIN
6.
AL-MU'MIN
الْمُؤْمِنُ
Yang Maha Memberi Keamanan
Allah B adalah Dzat yang memberikan rasa aman dan ketenangan, sehingga manusia tidak merasa takut, sedih, cemas, dan gelisah.
  • Al-Hasyr (59) : 23 [1]

Contoh perilaku meneladani asmaul husna Al Mu'min dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti peribahasa dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Keberadaan kita harus mampu memberikan rasa aman bagi orang lain di sekitar kita. Tidak suka mengganggu atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadikanlah setiap orang merasa aman berteman atau bertetangga dengan kita.

Dalam sebuah riwayat[2] bahkan dikatakan tidak beriman seseorang yang suka mengganggu tetangganya.

lâ ḫawla wa lâ quwwata illâ billâh

Wallâhu A`lam Bish Showâb


DALIL AL-MU'MIN AYAT AL-QUR'AN

[1] QS. Al-Hasyr (59) : 23
QS. Al-Hasyr (59) : 23
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْن٢٣
huwallâhulladẓî lâ ilâha illâ huw, al-malikul-quddûsus-salâmul-mu'minul-muhaiminul-`azîzul-jabbârul-mutakabbir, sub-ḫânallâhi `ammâ yusyrikûn
Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. Dia (adalah) Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahadamai, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Mengawasi, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.


REFERENSI HADITS NABI

[2] Hadits Mengganggu Tetangga :
HR. Bukhari 5557 / 6016
HR. Bukhari 5557 / 6016 Fathul Bari
حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ تَابَعَهُ شَبَابَةُ وَأَسَدُ بْنُ مُوسَى وَقَالَ حُمَيْدُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ وَشُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

Telah menceritakan kepada kami Ashim bin Ali, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'ib dari Sa'id dari Abu Syuraih bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,

"Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman."

Ditanyakan kepada beliau, "Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?" beliau bersabda, "Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan gangguannya."

Riwayat ini dikuatkan pula oleh Syababah dan Asad bin Musa. Dan berkata Humaid bin Al Aswad, Utsman bin Umar, Abu Bakr bin 'Ayyasy dan Syu'aib bin Ishaq dari Ibnu Abu Dzi'b dari Al Maqburi dari Abu Hurairah."
HR. Ahmad 25909, 8078, 15777
HR. Ahmad 25909, 8078, 15777
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قَالُوا وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجَارُ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَوَائِقُهُ قَالَ شَرُّهُ

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b dari Maqburi dari Abu Syuraih Al Ka'bi bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

"Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman."

Para sahabat bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah?

Beliau menjawab, "Seseorang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari gangguannya?"

mereka bertanya lagi, "Apa yang dimaksud dengan gangguannya?" Beliau menjawab, "Keburukannya."

Post a Comment

أحدث أقدم